Sunday, October 11, 2015


Sebagai seorang lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, “gizi” bukanlah hal yang asing buat Bubu. Apalagi diperusahaan tempat Bubu bekerja pertama kali, salah satu tugas Bubu adalah menghitung jumlah kalori yang dibutuhkan oleh pekerja berdasarkan variasi menu. Program atau software untuk menghitung jumlah kalori familiar sekali Bubu gunakan. Terkait gizi, satu hal yang masih Bubu ingat dari ucapan salah seorang dosen yaitu:
”…. Indonesia adalah Negara dengan keanekaragaman hayati yg luar biasa. Berbagai macam buah-buahan, sayuran tropis, hewan-hewan khas bermacam-macam banyak sekali ditemui di Indonesia. Surga keanekaragaman hayati itu juga menjadi surga bagi sumber gizi. Bermacam-macam sumber makanan, baik sumber nabati ataupun hewani dari darat, laut ataupun udara yang terdapat di Indonesia sangat tidak kalah; bahkan sangat unggul dibanding negara-negara lain. Wisdom inilah yang harus kita manfaatkan dalam rangka pemenuhan gizi bagi rakyat Indonesia….”
Woooowwww….. Sesuatu ya pemirsa speech dari dosen Bubu….. Yes, Agree 100 Percent Bu Dosen, Even More…. J We are a great Nation…. !!!!
Nah… Semenjak mulai memiliki buah hati yang pintar, rajin, tidak sombong dan cantik sekali yaitu si NamNam, Bubu lebih lagi dalam memperhatikan gizi, terutama buat anak Bubu itu J.  Pengen donk anak kita jadi semakin sehat & pinter karena asupan gizi yang ok.  Macem-macem ikan Bubu cobain deh untuk aneka masakan buat anak.  Dari ikan yang standar macem ikan mas, gurame, nila, belut sampe ikan Gabus yang mana sebelumnya ga pernah masuk ke dalam shortlist lauk buat disantap.
Ternyata nih, si Ikan Gabus ini adalah salah satu ikan air tawar yang gizinya yahud banget buat anak maupun orang dewasa.  Ikan Gabus yang hidup di sungai atau rawa, disebut juga dengan snakehead alias kepala ular…. hiiii…… serem deh.  Bentuknya sebenernya mirip lele, cuma lebih guedee.  Malah ada yang besarnya lebih dari 1 m…. hmm….. pasti banyak tuh dagingnya….. nyam.  
Dikutip dari manfaat.co.id  Dari penelitian di laboratorium diperoleh bukti bahwa dari 100 gram ikan Gabus mengandung berbagai kandungan gizi  seperti :
·        Kalori             : 69    kalori
·        Protein            : 25,2 gram
·        Lemak            : 1,7    gram
·        Besi                : 0,9    miligram
·        Kalsium         : 62     miligram
·        Phospor          : 76     miligram
·        Vitamin A      : 150  miligram
·        Vitamin B      : 0,04 miligram
·        Air                  : 69     gram
Kandungan gizi ini yang membuat manfaat Gabus sangat baik untuk meningkatkan gizi janin atau pun ibu hamil, anak, hingga orang dewasa. Gabus memiliki tekstur daging yang sangat lembut dan gurih, enak maksimal deh kalo  disantap dengan berbagai masakan.
Untuk menjaga berat badan yang ideal buat si genduk, Ikan Gabus bisa banget dijadiin alternative asupan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dan vitamin si Kecil.  Kenapa ikan Gabus? Ya, ikan Gabus atau nama beken lainnya ikan kutuk ini dikenal kaya akan albumin yang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan si kecil, termasuk menaikkan berat badan bayi dan balita.
Albumin adalah protein tertinggi yang terdapat di dalam plasma, dengan kadar mencapai 60%. Nah, Protein albumin yang terdapat pada ikan Gabus memiliki kadar yang sangat tinggi, yaitu sebanyak 62,24 g/kg.  Kadar albumin di ikan Gabus ini lebih tinggi dibandingkan sumber protein lainnya, seperti telur, yang hanya memiliki kadar albumin sejumlah 9, 34 g/kg. Kadar albumin yang sangat tinggi inilah yang dapat memberikan manfaat bagi si kecil untuk membantu pembentukan sel baru dan perbaikan jaringan sel yang terdapat di dalam tubuhnya. Dengan albuminlah, sel-sel di dalam tubuh si Kecil dapat berfungsi dan melakukan regenerasi sel dengan baik.
Selain bermanfaat untuk pertumbuhan anak, ikan Gabus juga banyak manfaat buat kita-kita orang dewasa (baca : tuir J).  Buat orang dewasa ikan Gabus bermanfaat untuk pertumbuhan dan pertumbuhan otot, mempercepat penyembuhan luka, menjaga kadar cairan dalam tubuh, mengatasi pembengkakan di tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu proses penyembuhan berbagai penyakit seperti penyakit hepatitis, Infeksi paru, typhus, diabetes, stroke, dll

Salah satu masakan ikan Gabus yang lezat bin laziss dan juga balita friendly adalah Gabus PucungMasakan khas betawi berkuah hitam, ini super gurih n enyaak.  Rasanya agak mirip rawon, tapi tetep cita rasanya beda.  Kalo rawon sedikit berlemak karena isinya daging, kuah Gabus Pucung ini gurih sueger. 

Buat yang pengen iseng-iseng masak sendiri di rumah, this is it….. resep Gabus Pucung :
·        Bahan:
- 4 ekor ikan Gabus, potong 2 bagian
- 1 sdm air jeruk nipis
- 4 siung bawang putih, haluskan
- 1 sdt ketumbar bubuk
- 1 sdt garam
- 250 ml air
- minyak goreng secukupnya

·        Kuah Pucung:
- 1 L air
- 3 lbr daun salam
- 3 cm lengkuas, memarkan
- 8 lbr daun jeruk, buang tulangnya
- 3 btg serai, ambil putihnya, memarkan
- 1 bh tomat, potong-potong
- 2½ sdt garam
- ½ sdt gula pasir
- 1 btg daun bawang, potong 1 cm
- 3 sdm minyak untuk menumis
- bawang merah goreng untuk taburan

·        Bumbu Halus:
- 12 btr bawang merah
- 6 siung bawang putih
- 5 btr kemiri, sangrai
- 6 bh keluak, rendam
- 2 cm kunyit, bakar
- 5 bh cabai rawit merah (kalo buat balita, kita singkirin dulu ya cabe cabean ini)

·       Cara Membuat
1.   Lumuri ikan Gabus dengan air jeruk nipis, bawang putih, ketumbar bubuk, garam, dan air. Diamkan selama 20 menit. Goreng sampai matang.
2.  Kuah: Panaskan minyak, tumis bumbu halus, daun salam, lengkuas, daun jeruk, dan serai sampai harum. Tambahkan tomat. Aduk sampai layu. Masukkan air, garam, dan gula pasir. Masak sampai matang. Tambahkan ikan Gabus dan daun bawang. Aduk rata. Angkat.
3.     Sajikan dengan taburan bawang merah goreng.

Kalo lagi males masak….. Padahal lebih sering malesnya daripada rajinnya…… :P Bubu dan keluarga seneng jajan si Gabus Pucung ini.  Warung makan Gabus Pucung langganan dan pavoorit kami sekeluarga ada di bilangan Bekasi dan juga Cimanggis.  Sepanjang journey Bubu mencari Gabus Pucung, ada beberapa lokasi yg Bubu temui yaitu di Bekasi, ada 2 rumah makan masakan Gabus Pucung yang tenar yaitu Rumah Makan Ibu Wati dan Warung Pucung yang dimiliki oleh Bu Hj. Sophia. Sementara kalau di Cimanggis-Depok namanya RM Gabus Pucung Di daerah Leuwinanggung
Warung Pucung, Hj Sophia @Pekayon-Bekasi
Rumah Makan Bu Wati @Rawa Panjang-Bekasi
R.M.Gabus Pucung @Leuwinanggung -  Cimanggis
Diketiga tempat tersebut, semua masakan Gabus Pucung-nya enyak-enyak banget. Nah kali ini sedikit Bubu mau cerita kunjungan singkat kami waktu maem siang ke Warung Pucung yang dimiliki Bu Hj Sophia, Warung ini berlokasi di daerah Pekayon-Bekasi, deket POM Bensin lampu merah Pekayon. 



Menu yang disajikan disini ga cuma Gabus, tapi macem-macem masakan ala-ala betawi yang menggoda selera buat nambah lagi…..dan lagi…..  


Tapi memang paling favorit di sini ya apalagi kalo bukan Gabus Pucung.  Ikan Gabus yang udah digoreng, disiram kuah Pucung yang lejaat betul.  Ikan Gabus di sini ukurannya lumayan jumbo, dagingnya banyak, dan kuahnya juga light dan pas banget deh buat lidah Bubu.  Ikan gabus yang ginuk-ginuk ini dagingnya tebel, pada waktu kita potong langsung menyembul deh daging ikan yang minta disantap….. Bagaikan bilang ‘eat me’.  Biar lebih mantab, disediain juga sambel dan aneka lalap.    


Si Nam, anak balita kesayangan Bubu juga suka banget masakan ini.  Anak ini emank favorit ikan, apalagi yang ada kuahnya, gampang deh dikunyah….. nyam nyam.  Sepiring nasi berlauk ikan gabus pucung habis dikunyah Nam, buat melengkapi 4 sehat, Nam minta susu biar pas 4 sehat 5 sempurna…. slrup.

Iseng-iseng ni kami sempet ngobrol-ngobrol dengan pemiliknya, Ibu Hj. Sophia (bukan latjuba ya J).. :

Bubu              : “Rame terus ya Bu, bisa masak berapa banyak Gabus ni sehari….?”

Ibu Sophia    : “Bisa 15-30 kilo-an Neng…tergantung pasokannya.  Ikan Gabus agak susah sekarang, kebanyakan Gabus dikirim dari Sumatera, kalo Gabus local bekasi mah udah jarang….. Susah…”  (mungkin karena udah banyak rawa dijadiin Mall kali ye)

Bubu              : “Tapi habis terus Bu?”

Ibu Sophia     : “Iya, malahan kurang ni kadang-kadang”

Bubu              : “ Wah keren ya Bu…. Itu kalau satu ikan dipotong jadi berapa bagian Bu, satu porsinya?”

Ibu Sophia  : “ Alhamdulillah Neng…. Kalau potongannya tergantung ikannya Neng…. Kalau sedeng dibelah dua, kalau gede dibelah tiga. Ibu mah nga mau kalau Gabus yang kecil…..” (kurang manteb kali ye kalo yang kecil Gabusnye… :P)

Bubu              : “ Ohhhh. Gitu ya Bu….. Iya deh Bu, terima kasih ya Bu…….”

Ibu Sophia     : “Sama-sama Neng….”

Eat Me......
Demikian percakapan singkat kami dengan pemilik warung tersebut pemirsa. Well ternyata penggemar Gabus Pucung luar biasa banyak juga ya…. Kerennn….
Waaahhhhhh….. andaikan Gabus stoknya melimpah pasti mantab banget nih dieksplore berbagai masakan biar gizi orang Indonesia makin tinggi. Tapi semoga kedepannya semakin banyak orang yang membudidayakan Gabus yaaaa, Aamiin……
Masakan Indonesia memang dikenal tasty, kaya bumbu, kaya rempah menjadikan rasanya kumplit banget.  Jadi inget waktu kami ke Perth tahun lalu, kami sempet mampir tuh ke restoran Indonesia, namanya Tasik restaurant.  Pada saat kami kesana, kamilah satu-satunya pengunjung asal Indonesia malam itu.  Restaurant ini lebih banyak dipenuhi orang bule, yang kangen masakan Indonesia yang pernah mereka makan saat liburan ke Indonesia.  Dan menurut pemilik resto ini, menu yang paling banyak dipesan adalah rendang dan nasi goreng.  Kedua makanan ini memang punya cita rasa yang khas.   Sama seperti si Gabus Pucung, cita rasa yang kumplit ditambah bahan baku yang bergizi, Bubu nominate ini jadi masakan go international.

Well Pemirsa…. In the end Bubu mau katakan, memang ikan gabus ataupun Gabus Pucung belum setenar rendang yang sudah duluan Go International. Namun dengan keanekaragaman hayati dan kuliner yang luar biasa di Indonesia, sangat mungkin kuliner-kuliner Indonesia yang lain untuk ikut Go International. Dan menurut Bubu, Gabus Pucung has it chance…. What do you think….?!?! J

# Wonderfull Indonesia

0 comments :

Post a Comment